Bagi Pecinta Bangsa Wajib Hafal Tiga Stanza Indonesia Raya

Penulis: Haris Prasetyo
Direktur Eksekutif & Instruktur Hypnosis Training Institute of Indonesia/Narapatih (Certified Hypnoterapist)

Mungkin kamu sedikit mengetahui jika lagu Indonesia Raya punya tiga stanza (bait). Bisa dimaklumi karena selama ini hampir semua orang hanya menyanyikan stanza pertama saja. Kabar baiknya, pemerintah Indonesia melalui Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Juli 2017, mewajibkan anak-anak sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya lengkap tiga stanza.

Lagu Indonesia Raya tiga stanza alpa dari perhatian kita karena memang jarang digunakan kecuali stanza pertama saja. Lirik ketiga stanza ini punya makna berbeda tapi tetap satu kesatuan. Pada stanza kedua dan ketiga, liriknya luar biasa merinding saat dilafalkan.

Saya percaya lagu dinyanyikan secara berulang-berulang tanpa sadar akan merasuki pikiran bawah sadar. Yang masuk itu adalah lirik lagu tersebut, kemudian menjadi mindset. Lirik lagu sama dengan sugesti. Atau istilah kerennya “self-talk”. Kata-kata yang diucapkan secara berulang.

Apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah hasil dari self-talk yang diucapkan sekarang ini. Lagu Indonesia Raya juga memberikan sumbangsih bagi pikiran bawah sadar bangsa Indonesia. Berikut saya lampirkan stanza pertama lagu Indonesia Raya:

Stanza 1 (versi resmi Pemerintah RI, ditetapkan dengan PP No.44 Tahun 1958)
Indonesia Tanah Airku#
Tanah Tumpah Darahku#
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku#
Indonesia Kebangsaanku Bangsa Dan Tanah Airku#
Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu#
Hiduplah Tanahku Hiduplah Negeriku#
Bangsaku Rakyatku Semuanya#
Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya#
Untuk Indonesia Raya#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka#
Tanahku Negeriku yang Kucinta#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka#
Hiduplah Indonesia Raya#

Dari stanza pertama, saya mencermati ada dua kalimat yang efeknya menjadi signifikan bagi bangsa Indonesia sekarang: “Tanah Tumpah Darahku” dan “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu”. Stanza pertama ini sangat relevan sewaktu masa perang. Tak hanya keringat dan air mata, perjuangan merebut kemerdekaan direbut dengan aliran darah.

Itulah kenapa disebut “tanah tumpah darahku”. Dalam perjuangan merebut kemerdekaan yang sangat keras itu terdapat seruan kepada segenap anak bangsa Indonesia untuk bersatu. Falsafah lidi berlaku dalam hal ini.

Ketika stanza pertama masih dinyanyikan sampai saat ini, berarti dua kalimat tadi menjadi sugesti ke pikiran bawah sadar bangsa Indonesia. Padahal sekarang Indonesia sangat berbeda dengan perang zaman kemerdekaan. Jadi Anda paham mengapa kondisi bangsa terpecah belah dan terjadi pertumpahan darah hanya karena SARA. Kesannya Indonesia itu belum bersatu, merdeka dan masih ribut terus.

Saya beralih ke stanza kedua yang kata-katanya luar biasa dan sangat cocok untuk saat ini.

Stanza 2
Indonesia Tanah Yang Mulia#
Tanah Kita Yang Kaya#
Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya#
Indonesia Tanah Pusaka Pusaka kita Semuanya#
Marilah kita Mendoa Indonesia Bahagia#
Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya#
Bangsanya Rakyatnya Semuanya#
Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya#
Untuk Indonesia Raya#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka#
Tanahku Negeriku Yang Kucinta#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka#
Hiduplah Indonesia Raya#

Dari stanza kedua ini ada beberapa kalimat yang sangat mencerminkan kondisi sekarang dan bisa mengubah realita bangsa Indonesia melalui kata-kata. “Tanah Kita yang Kaya”, “Pusaka Kita Semua”, “Mendoa Indonesia Bahagia”, “Suburlah Jiwanya”, “Sadar Budinya”.

Masuk ke stanza ketiga, kata-kata dalam bait ini membuat saya merinding. Sungguh luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada WR Soepratman atas gubahan dan pemikiran visionernya. Di stanza ketiga ini menggambarkan Indonesia di masa depan.

Stanza 3
Indonesia Tanah Yang Suci#
Tanah Kita Yang Sakti#
Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati#
Indonesia Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi#
Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi#
Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya#
Pulaunya Lautnya Semuanya#
Majulah Negerinya Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka#
Tanahku Negeriku Yang kucinta#
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya#

Dari stanza ketiga ini ada beberapa kalimat yang sangat pantas menjadi self talk bagi bangsa Indonesia di masa depan. Dan bisa dimulai dari sekarang dilafalkan berulang-ulang, sehingga realita bangsa Indonesia bisa berubah.

“Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti”
“Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya”
“Pulaunya Lautnya Semuanya”
“Majulah Negerinya”

Jika 3 Stanza ini sudah diresmikan oleh pemerintah, apakah masyarakat Indonesia wajib menghafalnya? Kalau mau realitas bangsa Indonesia berubah, rasa-rasanya menghafalnya menjadi kewajiban tanpa kecuali. Untuk bisa merubah keadaan dimulai dari merubah kata-kata yang masuk ke pikiran bawah sadar. Itulah sugest kebangsaan [] #GNKRIPusat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *