Korupsi Tak Terkait Dengan Gender

Pada prinsipnya tindakan korupsi tidak dipengaruhi oleh gender. Namun karena mayoritas yang menduduki jabatan-jabatan publik selama ini adalah laki-laki, maka korupsi juga lebih berpotensi dilakukan oleh laki-laki. Karena jumlah laki-laki di jabatan publik lebih banyak dari perempuan.

Saya sepakat dengan wacana Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk meningkatkan jumlah polwan. Karena bagaimana pun pada dasarnya kapasitas perempuan equal (sama) dengan laki-laki dalam tugas-tugas pengamanan dan keamanan. Dalam berbagai kebijakan publik, afirmasi 30 persen patut diikuti instansi kepolisian.

Untuk sementara waktu, kita perlu mendukung wacana dan upaya Jendral Tito. Setidaknya sampai benar terbukti hipotesis bahwa korupsi, khususnya di instansi kepolisian atau yang melibatkan kepolisian, akan berkurang jika porsi polwan dinaikkan.

Polri jangan hanya parsial dalam upaya mendukung pemberantasan korupsi, tetapi harus juga komperhensif dan sinergis dengan lembaga-lembaga lainnya (lintas lembaga). Perlu juga bertindak tegas dalam mengatasi pungli dan korupsi di tubuh kepolisian yang dilaporkan oleh masyarakat.

Saat ini kesempatan yang tepat bagi Jendral Tito untuk wujudkan Polri baru, beliau masih punya banyak waktu benahi kepolisian. (ast)

Courtesy of watyutink.com
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *