Perdagangan dan Jalan Pintas Politik Aliran

Penulis: Ahmad Najib
Pengusaha/Anggota GNKRI

Berpolitik dan berbisnis itu setali tiga uang. Konsumen tidak butuh latar belakang penjual. Konsumen hanya butuh barang yang diinginkan dengan kualitas setara dnegan harga yang mampu dia beli. Tentu bukan sekedar barang. Karena konsumen juga butuh service yang baik.

Kualitas barang dan layanan yang menjadi tolok ukur konsumen. Tidak peduli pedagang matanya belo atau sipit. Pernah mondok, sekolah, kuliah atau tidak pernah sama sekali. Produk dan servis pada akhirnya menjadi image. Yang terakhir ini tentu untuk pedagang dan konsumen yang sudah advanced, bahwa membangun image harus dimulai dari produk dan service terlebih dulu.

Di abad milennium, khususnya di paruh kedua era milenial seperti sekarang, pedagang dan juga politisi pengguna sentimen politik aliran, Islam atau atribut “isme” lainnya, sering kali hanya membangun image saja dengan klaim hiperbolis tanpa pernah membenahi kualitas produk dan service.

Tidak perlu membangun komunikasi politik yang berat, bercucur keringat—berikut dengan agenda pembangunan rill kemandiriannya untuk “pasar” yang disasar—karena piawai mengaduk emosional politik aliran/identitas.

“Kalau tidak pilih partai kami, berarti tidak Islam dan jenazahnya tidak disholati. Kalau tidak pilih jagoan kami, berarti tidak nasionalis. Titik”. Atau sebaliknya. Demikian ini cara jualan yang dimodifikasi sedemikian rupa melalui jejaring dunia nyata dan maya. Nanti kalau berkuasa, tidak mau dikritik. Pengkritik dianggap anti-Islam atau anti-Kebhinnekaan.

Demikian itu contoh betapa lebay perdagangan komoditas politik aliran itu. Sebagaimana cara-cara pemasaran produk dan jasa, setiap hari lebel tersebut dipromosikan tiada henti, tersebar di social platform, baik smart phone maupun sosial media. Lama-lama membentuk mindset.

Itulah politik tanpa effort. Cukup membangun logika aliran dan mengaduk emosionalnya. Ibarat membangun rumah, kadar pasirnya lebih banyak dan sedikit semen. Karena biayanya jauh lebih murah, energinya yang dilepaskan jauh lebih efisien. [] #GNKRIPusat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *